"Teater Lima Wajah Sukses Gelar Pementasan Naskah Rorongo"
Monday, 22 Jan 2024
Sopiana Hersan
728
Teater lima wajah Universitas Kebangsaan republik Indonesia sukses menggelar pementasan teater dengan naskah Rorongo karya Arma Djunaedi, Pertunjukan ini merupakan ujian akhir bagi anggota baru dari Teater Lima Wajah angkatan 2023.
<p>Teater lima wajah Universitas Kebangsaan republik Indonesia sukses menggelar pementasan teater dengan naskah Rorongo karya Arma Djunaedi, Pertunjukan ini merupakan ujian akhir bagi anggota baru dari Teater Lima Wajah angkatan 2023. </p><p>Dibawah arahan sutradara Lukman Misrong Teater Lima Wajah mampu menyuguhkan peristiwa-peristiwa dalam naskah dengan begitu nyata. Aktor-aktor berbakat yang tampil mempu membuat cerita dalam naskah semakin hidup yaitu Aldi Bobe sebagai Guru Rustam, Nesya Tole sebagai Esih, Jafni Kabed sebagai Nini Asmi, Aidil Musang sebagai Ustad Oyo, Salma UU sebagai Sarjana Nunung, Ari Agung Sertu sebagai Ulis, Kia Teke sebagai Marmot, Raka Babu sebagai Pak Kuwu, Syahrul Tunjang sebagai Pak RTt, Themma Owi sebagai Isah, Sinta Getol sebagai Nyai, dan ayu kado sebagai Ceu Emin </p><p>Pementasan Rorongo dilaksanakan sebanyak 3 sesi pada Sabtu, 13 Januari 2024 di Gedung Kesenian Rumentang Siang dan disaksikan oleh 268 penonton yang sebagain besar merupakan mahasiswa dan Pelajar SMP SMA. Adapun penonton lainnya merupakan masyarakat umum, serta keluarga, Forum Teater Kampus Bandung Sekitar, Forum Komunitas Lingkung Seni Mahasiswa Sunda, dan Komunitas Seni lain yang berada di Bandung.</p><p>Rorongo bercerita seorang nenek penjual daun pisang yang merasa kesepian yang tinggal di sebuah desa yang terkenal dengan keunikan di dalamnya. Nenek ini memendam keinginan kuat untuk memiliki seorang anak, meskipun sadar akan usianya yang sudah lanjut. Meskipun begitu, dia tidak pernah berhenti mencoba berbagai cara untuk mewujudkan keinginannya. </p><p>Suatu hari, takdir membawanya bertemu dengan seorang anak perempuan, yang seringkali menjadi saksi kesendiriannya. Anak perempuan tersebut ternyata menderita penyakit kejiwaan. Merasa terpanggil karena didorong oleh rasa amat kesepiannya, nenek itu dengan penuh kasih membawa pulang anak perempuan itu, memberinya cinta dan perhatian yang lama dia impikan. </p><p>Teater Lima Wajah akan mempersembahkan pementasan drama ini sebagai media sosialisasi dan pembelajaran terkait problematika dalam kehidupan bermasyarakat. Pementasan ini juga sebagai upaya melestarikan dan menjaga Bahasa Sunda dikalangan Generasi Muda.</p><p>Dengan proses pselama 3 bulan, tim produksi memberikan penampilan yang terbaik dalam bidang seni maupun dalam keproduksian. Tim Artistik, kostum, musik, dan pencahayan mampu mendukung suasana dan tempat pementasan sehingga bisa dirasakan oleh penonton dan pemain.</p><p>Produksi "Rorongo" ini adalah bagian dari komitmen Teater Lima Wajah untuk terus-menerus belajar menjelajahi karya-karya sastra bertaraf dunia untuk disajikan kepada penonton kontemporer. Melalui interpretasi inovatif dan visi artistik dari tim kreatif yang berbakat, Teater Lima Wajah berupaya untuk membuat cerita-cerita abadi ini mudah diakses dan dapat diterima oleh beragam penikmat teater.</p>